18 Januari 2009

HPH HPHH

SAJAK AA MANGGENG:

nyiur hijau indonesiaku subur yang dinyanyikan
tidak lagi masuk dalam sukma
lagu syukur pada penutup rangkaian acara televisi
dengan hamparan keindahan alam
juga mengajak indonesia bersyukur dalam gambar
sebelum tertidur

impian putra-putri bangsa merambat kehutan-hutan
merambah rimba raya tempat berteduhnya penyanyi alam
tanpa meminta gedung-gedung pencakar untuk berlindung
di sini damai bersama pepohonan

badut-badut dengan topeng wajah majikannya
menyingkirkan suara-suara alam dan
kicau burung terusir ke padang tandus tak bertuan
indonesia berkibar ke atap-atap dunia lewat lagunya yang merdu

hari ini lembar-lembar surat keputusan
menyumbat mulut penyanyi alam yang khitmat di rimba
berteduh di bawah rimbun indonesia yang dibanggakan
berjuta-juta orang semakin tak mengerti makna
yang dilagukan
badut-badut dengan suara sumbang
membeo isi kertas yang sudah dibubuhi tanda tangan.

(NYANYIAN PANTAI SELATAN, 1990)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar